Lalapan Malang, Benar-Benar Malang - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Lalapan Malang, Benar-Benar Malang


Sore itu ada Gerimis, ada mendung sedikit, dan angin cukup banyak, itu semua agar terlihat dramatis. Aku duduk di kursi yang ada di bagian tengah ruang kontrakan, Ada lampu putih yang hemat energi dan lampu itu sedang menyala. Terang! Sesosok daging bernama Boby datang .
"Kau belikan aku apa Bob?" itu suaraku,
"Lalapan Ayam Jamur mas" Ini suara Boby, adik tingkat di kampus,  dia tinggal satu kontrakan denganku. Ya, Kalian boleh turut berduka karena hal itu.

Aku ambil bungkusan yang dari tadi aku tunggu. Itu bungkusan berisi makan siangku yang kesorean. Bungkusan itu kubuka yang menyebabkan sekarang aku bisa makan.
"Bob ini tadi lalapan ayam kan?"
"Iya Mas"
"Lha jamurnya dari mana?"
"Dari warung situ juga mas"
"Wahh.. Jangan-jangan ini Jamurnya dari Ayam yang jamuran, terus dikasih tepung dan digoreng, jadilah ayam jamur krispi."
"Ohh gitu yahh Mas? pantasan aja Enak!" Bobi Nyengir kuda. 

Sebagai anak kost aku sudah merasakan banyak sekali Lalapan Malang, dann yang menurutku paling mengenaskan ialah suatu hari saat aku membeli lalapan tengah malam. Itu sungguh apes, ketika asik makan lalapan, terlihat di bagian tulang ayam ada benang-benang jamur atau bahasa kerennya hiva, Ya! H-I-V-A yang ada di pelajaran Biologi Esem-A! Itu  anakannya jamur, Calon Jamur, atau Jamur Junior yang jelas Jamuran! Spontan aku keluarkan semua isi mulutku dan membuangnya di bak sampah. No Lalapan Tengah Malam again!

Di hari yang lain lagi pernah aku membeli sayur kangkung, tumis kangkung seingatku. Setelah memakan setengah sayur dan nasi yang ada di dalamnya, aku menemukan Ulat! Ya U-L-A-T. Oke kita ulangin biar dramatis aku menemukan U-L-A-T dalam sayur tumis kangkung itu. Ulat segede jari kelingking itu ada dalam sayur! Aku ambil U-L-A-T itu dan membuangnya, tapi sebungkus nasi tidak aku buang, itu karena sayang dan kiriman belum datang.. Tapi aku benar-benar tidak jijik ketika telah membuang itu ulat laknat!

Banyak sekali memang makanan yang kurang menyehatkan, terutama makanan anak kos yang relatif murah.  Dari sini aku jadi belajar banyak, Terkadang dalam situasi kost Indomie akan jauh lebih sehat daripada makanan pinggir jalan yang bisa jadi mengandung formalin ataupun tiren. Juga mengenai ulat, Jauh lebih sehat sayur-mayur dan buah yang mengandung ulat dibandingkan makanan yang bersih dari ulat. Itu karena makann  yang bersih dari ulat itu jelas banyak sekali pestisida di dalamnya, sedangkan makanan yang mengandung ulat itu maish alami.

Ahh.. Mungkin Si Ibuk Warung ingin membuktikan kalau sayur tumis buatannya sehat dan menyehatkan sehat, karena itu ulatnya dia sertakan saat memasak Tumis kangkung itu.. Ahh.. Ibuk Warung cerdas Sekalu..

4 comments

Wah, maeman mu ngeri juga ya Fuzh... masak aja lah, belajar pegang wajan. :D

Dulu waktu kuliah saya beli bakso dibungkus, pentolnya satu kuah dan bawangnya dibanyakin, nasi putihnya masak bareng-bareng....Makan malam 3 potong pisang goreng plus sebutir vitamin C dan vitamin B complex merk IPI (vitamin paling murah)

Wah ini kok semacam Radit sama Edgar yah. wkwkwk

He? Pegang wajan? G dehh.. Panas!

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top