Bius Untuk Kurban - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Bius Untuk Kurban


Malam Takbiran. Ini Idul Adha yang kedua kalinya aku tetap tinggal di Malang. Ada rasa rindu yang banyak, rindu pada keluarga. Malam ini aku akan menuju kampus, bukan untuk kuliah, tapi untuk berangkat ke lokasi pembunuhan hewan Kurban. Ini acara kurban kami laksanakan di desa, desa di wilayah malang selatan, pelosok, bahkan ini desa yang Ndeso!

Aku ke kampus dengan sepeda motor, itu karena kami terlambat. Kami terpaksa gonceng tiga di satu motor, itu melanggar peraturan, tapi sekaligus menghemat energi. Di perjalanan kami melihat ambulan lewat.
"Wahh ada kecelakaan yahh?" itu temanku yang nanya
"Nggak, itu paling sapi yang di ambulan" Asal kujawab
"Ngapain sapinya?"
"Ya kecelakaan lahh.." Masih asal
"Masa' ada yang nabrak sapi?"
"Itu sapi kecelakaan, mungkin nggak sengaja dipotong malam ini, padahal belum masuk hari raya kurban" mulai Serius aku.
"Jadi dibawa ke rumah sakit?" temanku melayani kobodohanku.
"Iya, itu dirawat di rumah sakit, kalau bisa bertahan sampai besok baru di potong lagi buat kurban" aku menerangkan

"Gendeng!" jawaban yang Tragis, Mengenaskan.

Tak berapa lama aku tiba di tujuan, kampus Brawijaya di Fakultas Pertanian. Banyak sekali teman, sudah menungguku disana, aku turun dan bergabung dengan roombongan. 

Malam itu aku dengar kumandang takbir, dari sela jendela mobil, itu posisi yang enak, karena aku duduk di tempat yang menyenangkan. Aku menikmatinya, mengikuti alunan takbir di malam yang spesial ini. Bersama rombongan orang-orang yang istimewa ini. Keluarga, aku mulai sadar sungguh banyak saudaraku disini. Allah Maha Besar!

Itu kondisi jalanan memburuk, macet total dan aku masih terjebak dalam mobil.  Macet karena ini malam takbiran, tapi aneh, sungguh aneh, karena tak terdengar suara takbir di jalanan ini. Aku lihat beberapa mobil lalu lalang, beberapa motor menyusul, dan lihatlah dipiinggir jalan orang-orang memarkir motornya, duduk disitu dan membuat jalan sempit. Apa mereka tak sadar? ahh.. Berandal..

Masih macet yang menyusahkan, dan telah tiba saatnya. Itu adalah saat aku harus bergantian tempat duduk dengan temanku. Ya, aku telah berjanji akan bergantian tempat duduk dengannya, kasihan dia, harus duduk di atas kardus, dengan posisi kaki terlipat. Itu mobil Elf yang kami gunakan. Dan total penumpang yang naik adalah 25 orang, jumlah yang mengenaskan. Aku duduk di kardus, kakiku terlipat, wajahku menghadap jendela dan tanganku menyangga tubuhku. Sekitar 20menit diposisi itu dan kakiku mati rasa, benar-benar tak ada rasanya, aku coba cubit-cubit kakiku, sudah sapai merah kulitku, tapi tak terasa apapun, Ini bius instan!! Macet itu betah di jalan ini, hingga dua jam tetap macet. Malam ini aku akan puas merasakan bius di kakiku.

Menuju desa semakin dekat. Itu hutan, wilayah yang ditutupi pepohonan. Aku mengeluarkan mataku lewat jendela yang diikuti dengan suluruh kepalaku. Sebenarnya dari tadi aku ingin mengeluarkan kepalaku dari jendela agar dapat angin segar, tapi dikota banyak polisi, jadinya aku takut. Aku takut ditangkap polisi karena ketahuan tidak pakai helm. Jalanan di depan semakin mengenaskan, jalanan tanah yang rusak. Mobil kami terguncang, itu membuat anak-anak berteriak sambil tertawa, tapi sungguh aku menderita saat itu. Guncangan mobil itu membuat kakiku terhantam bagian bawah pintu mobil, itu seperti merasakan seluruh penderitaan yang dialami kakiku ketika bius habis. Rasanya ditusuk-tusuk jarum, kemdian ngilu seperti disuntikkan zat perusakpada sel syarafmu. Argghh.. Itu menyiksa, tapi aku gengsi untuk teriak.

Kulihat lampu-lampu mulai ada, kami sampai. Ngiluku hilang, kakiku sehat, mataku berbinar, ada banyak jajanan dari orang desa. Aku sambut semua jamuan dengan mulut terbuka. Alhamdulillah.. Kami Tiba.

November yang panas, ada mendung tapi tak hujan.
@kampus Brawijaya yang Banjir sebagian
Mahfuzh TnT

1 comments:

:) "gringgingen". Ya, begitu kami menyebutnya. Aku kira bius ini untuk hewan yang mau di kurban, ternyata... hehe

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top