Pelajar Prematur - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Pelajar Prematur


Aku termasuk salah satu yang termuda di kelas selama kuliah bersama Kimia 2009, normalnya yang masuk kelas kami adalah kelahiran 1991, tapi aku terlalu muda satu tahun. Aku lahir di tanggal 29 maret 1992, kalau tidak  salah itu  sudah sekitar 20 tahun yang lalu. Selama sekolah saya memang selalu menjadi yang paling muda diantara teman sebangku. Ini bisa menjadi alasan yang kuat bagi saya jika saya tidak menjadi juara kelas. Banyak sekali alasan yang muncul. "Ahh .. Wajar.. Aku khan lebih muda", "Yaiyalah Aku kalah, otakku khan belum berkembang penuh"

Itu semua Alasan. Sebenarnya Aku menerima materi yang sama, mendapat guru yang sama dan semua fasilitas yang sama. Jadi harusnya Aku dapat dengan mudah menyamai kemampuan teman sekelas saya, bahkan bersaing untuk berada di posisi teratas di kelas...

Berbicara tentang penyebab mengapa Aku terlalu muda dikelas ialah karena Aku sekolah TK hanya satu tahun, setelah satu tahun Ibuku berkata "Halah di TK kamu cuma main-main aja" (Lha memangnya di TK mau ngapain lagi? khan mottonya TK belajar sambil bermain). Lalu ayahku menimpali "Yaudah didaftarkan kelas 1 aja tahun ini". Keputusan orang tuaku sudah tak dapat diganggu gugat. Sehingga aku harus naik ke kelas satu tanpa ijazah TK, karena ini di Kalimantan maka sah-sah saja.

aku menjalani hari yang tetap menyenangkan selama sekolah di kelas satu. Aku masih suka bermain, suka keluyuran dan jarang mengerjakan tugas karena memang tidak ada tugas. Melihat hal ini ibuku resah, dia merasa Aku ini kurang serius dalam belajar. Mungkin bayangan ibu saya saya ini harusnya lebih seperti mozart yang bisa menggambar sebuah peta kota di usia 6tahun, atau mungkin seperti salman al farisi, atau muhammad al-fatih yang menghaffal Al-qur'an diusia dini. Padahal aku hanya rakyat jelata yang suka keluyuran.

Ibuku berkata "Tahun ini kamu tidak akan naik kelas, karena kamu keseringan main, dan nggak pernah belajar". Iya maksud ibu, itu adalah ancaman. Tapi mengngat saat itu Aku masih bocah, Aku hanya terbayang jika tidak naik kelas, maka aku akan kembali ketemu teman-teman yang kutinggalkan saat di TK. Tidak naik kelas itu hal yang menyenangkan, Aku kembali dapat bertemu teman main yang kutinggalkan saat di TK, dapat beberapa tean sekelas yang baru dengan materi pelajaran yang sama. Bayangkan, aku bisa menjadi yang paling cerdas dan keren karena tahu semua materi pelajaran.

Tak sekedar gretakan Ibuk benar-benar berusaha dan berjuang keras agar anaknya ini tidak naik kelas. Ia mendatangi kepala sekolah dan meminta agar saya tidak dinaikkan kelass, tetapi kepala sekolah menyerahkan urusan ini pada guru kelas.
"Pak, ini mahfuzh masih malas belajar, mungkin karena terlalu muda, jadi rasa ingin pintarnya kurang. tolong mahfuzh itu tahun ini ditahan di kelas ini saja ya pak?" itu ibu saya yang bicara.
"Mmm.. Iya Bu Win, kita lihat saja nanti setelah ulangan catur wulan" ini guru saya

Waktupun berlalu, dan tibalah pembagian rapot. Aku ditemani Ibuk, wajah ibuk tenang dan damai. Kemudian pembagian rapot diterima oleh ibuk, Aku sama sekali tak perduli, yang pasti Aku makan enak hari ini. Ketika rapot dibuka, wajah ibuk membatu, dia kebingungan, dan terpaksa menemui guru kelas saya.
"Pak, kan saya udah minta Mahfuzh nggak usah dinaikan kelas, dia masih belum cukup dewasa untuk mau belajar"
"Bu win, saya juga bingung ini, Lha Mahfuzh itu rangking 3 dikelasnya, kalau saya tidak naikkan kelas, otomatis teman sekelasnya yang rangking 4,5,6,7 dal yang lainnya juga tidak naik kelas. Bagaimana mungkin sekelas cuma naik 2orang anak?"
"Iya, tapi pak apa rangking ini tidak salah?"
"sudahlah Bu, anaknya Bu win naik kelas, syukuri saja"
Dan itulah hasil akhirnya, Aku tetap naik kelas. Aku yakin guru kelasku pasti mengalami ke-Galauan yang luar biasa.  Dia tak enak dan merasa bersalah karena tidak meng-aminkan permintaan ibu muda itu, tapi disisi lain dia akan kerepotan jika harus menjinakkanku setahun lagi. Karena itulah akhirnya Aku dinaikkan kelas. Agar dia tak bertemu Aku lagi

5 comments

Wah, kau muda sekali nak...tak kusangka.
ckckckc...sungguh beruntungnya... menjadi manusia prematur...haha :D
Postingan ini benar-benar 27 derajat, eh 180 derajat kebalikan dari pengalamanku! Sumpah! Bahkan aku sudah fasih membaca koran jauh sebelum teka. Tapi faktanya, aku telat masuk sekolah karena tanggal dan bulan lahirku. Juga teraniaya oleh kurikulum. Ah, jadi bersiap2 menulis postingan tandingan untuk tulisan ini,,,

Asikk.. menginspirasi anda untuk menuliskan sesuatu.. Bahan nulis itu udah banyak, tinggal kitanya aja mau nulis apa tidak.. Sebanyak apa tulisan yang baik itu? sebanyak pengalaman kita.. :D

yah, begitulah... tulisan yang baik adalah yang meginspirasi. Butuh pemantik, untuk menyalakan ide... :)

semakin produktif, Fuzh. Keren =)

Jangan Gitu.. komen tentang tulisanku donk, Tapi jangan EYD-nya!

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top