Kamu Anggun dan Aku? - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Kamu Anggun dan Aku?


Cinta. Apa sesungguhnya yang membuatnya menjadi merah jambu, ataupun gelap kehitaman?. 
Itu cinta, Sesuatu yang mengakibatkan anak manusia menjadi bahagia dan tersenyum, atau menangis tersedu. Kisah cinta selalu menarik untuk dibahas, ada kenangan banyak yang terungkap.

Itu sore yang indah, beberapa burung enggang terbang, berpulang ke sarang. Aku sedang menikmati sore ini, di rumah di atas gunung ini. Ada hembusan angin yang lirih dan terasa sangat istimewa. Semakin gelap, dan adzan berkumandang. Itu suara Ayah. Rumah ini dan semua kenangannya yang membuatku besar, yang membawaku melewati masa-masa SMP, dan kini beranjak menuju SMU. Suatu saat aku akan meninggalkan rumah di atas gunung ini.



Magrib berlalu, Malam minggu, malam yang menyenangkan. Aku tidak ada rencana keluar rumah malam ini. Mungkin hanya akan membatu di depan televisi, atau tidur dalam dekapan selimut. ruang keluarga ramai, Ayah dan Ibu sedang mengobrol, terkadang mereka mengomentari sinetron. Ayah sudah pasti yang memulai keributan, Sudah sejak pertama kenal Ayah aku tahu bahwa dia tak suka sinetron. Hanya satu acara televisi yang membuat Ayah bertahan, itu adalah pertandingan tinju.
Aku ke ruang keluarga, ternyata diskusi telah beralih.

"Nanti ba'da Isya' kita ke lapangan kota yuk!" Itu Ayah yang mengajak, Mengajak Aida adikku dan Ibu
"Memangnya ada apa Yah" Ibu tertarik, Aku masih sibuk menonton.
"Ada Pemilihan da'i Cilik" ayahku bergaya membisikkan informasi itu.

Diam-diam aku tertarik dengan informasi itu. Adzan isya' berkumandang, Televisi langsung dimatikan dan kami sekeluarga ke surau depan rumah. Seperti biasa, aku menang lagi lomba lari ke surau dengan adikku Aida. Ayahku walaupun belakangan sampai dia tetap jadi Imam sholat, entahlah, kapan aku akan pantas mengantikannya.

Isya' Berlalu, aku meminjam kunci motor, aku ingin jalan-jalan ke lapangan kota, melihat ajang da'i cilik. Buan karena aku ingin mendengar ceramah, tapi karena aku bosan dirumah. Aku melaju dengan motorku, kharisma hitam yang kusam, kusam karena aku malas mencucinya. Melewati rumah seorang temanku, aku melirik, hanya untuk memasstikan bahwa rumahnya masih ada, belum dicuri orang. Kemudian terus melaju melewati kantor polisi, aku lihat kantor itu terang sekali, terlihat aman, padahal banyak pencuri di dalamnya, pencuri uang rakyat.

Sampai di taman kota aku mendengar lantunan ayat Al-Qur'an, sungguh indah, sungguh merdu dan menenangkan. Itu suara wanita remaja. Aku bergegas melewati kerumunan, meuju panggug utama, ingin aku melihat sesiapa yang mampu membaca Al-qur'an seindah ini. Rupanya itu pembukaan acara. Terlihat seorang wanita dipanggung. Tubuhnya sungguh kecil, seperti anak kecil, mungkin masih SD. Ia telah selesai membaca Al-Qur'an, namun suaranya masih aku rasakan. Si Kecil dengan anggunnya turun dari panggung, kulihat wajahnya begitu cantik. Aku Tertarik.. Ohh.. Tuhan.. Apa Iya aku pedophil?..

Senin yang cerah, Kulihat seorang ayah mengantar anaknya, Anak kecil dengan jilbab yang Anggun. Ohh Itu Si Anak Kecil yang kemarin, kenapa Ia Menggunakan Seragam SMU yang sama denganku?

To Be Continued

November awal, ada api semangat yang redup, tapi hangat
Mahfuzh TnT

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top