Genk Mushola - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Genk Mushola


Entahlah apa Aku juga jadi panas karena pemberitaan di metro mini yang menyebutkan bahwa pola pengkaderan teroris adalah dari diskusi yang dilakukan di masjid sekolah. Tapi yang jelas malam ini aku mau posting tentang kegiatanku selama di mushola sekolah.. Seandainya aku adalah orang baik-baik yang selalu berbaik hati dan melakukan kegiatan-kegiatan baik, mungkin blog ini sudah ramai pengunjung yang ingin mendapat pencerahan. Tetapi sayangnya tidak! Saya selalu punya kegiatan yang menyimpang yang membuat orang ingat saya, ohh.. maaf.. mereka ingat dendamnya kepadaku.

Suatu malam di mushola. Kami telah melaksanakan sholat isya', kini sedang  sama-sama mengobrol. Aku emang doyan berkumpul dengan temanku, tak hanya di mushola, di tepian, di rumahpun aku suka. Tapi malam itu kami berencana menginap di mushola. Tapi di mushola Aku malah smsan, main game di HP atau nelpon dengan bonus gratisan.

"Ayoo fuzh!! Main Kartu!!" Ardy berseru mengajakku.
"Enggak ahh. Ini mushola broo!" Aku menolak dengan lembut, walau sebenarnya tidak ada bedanya main kartu atau main Hape, sama sia-sia!

Tetapi penolakanku tidak membuat perjuangan teman-temanku surut, mereka membalik hijab(Pembatas putra-putri) kemudian bermain di bagian belakang tempat putri sholat. Permainan berlangsung seru, riuh dan semakin memanas. demi melihat wajah Arif yang Kuning Langsat sudah penuh dengan tepung, tanganku gatal, Aku ingin sekali menimpali wajah Ardy yang Hitam Lada dengan tepung. Aku ikut bermain juga akhirnya, tapi semua teman setuju untuk bermain di teras Mushola. Kami bermain lama sekali hingga saat sepertiga malam seorang Guru di kompleks perumahan sekolah datang ke mushola. Kami langsung menghilangkan barang bukti, kami masuk dan berpura-pura tidur. Namun itu sebenarnya sudah sia-sia. Ketika guru kami masuk Ia bertanya "Habis main badut-badutan yahh?"
Ohh no!! Aku belum menghapus tepung diwajahku. reflek aku berkata "Oy!! Siapa yang ngasih bedak pas Aku tidur??" semua temanku menoleh bingung. Tak perlu pengakuan, Malam itu kami semua tertangkap basah.

Tiada hukuman, hanya berakhir dengan tahaajjud dan sedikit tausiyah dari guru kami. Tentang keutamaan Sholat di Masjid.
"Allah senantiasa menyukai pemuda yang rindu dengan Masjid" terang guruku,
"Pak kalau besok main kartu di sini lagi boleh" usul Ardy.. dan hening... Aku tahu seharusnya ada bogem mentah yang mendarat di wajah Ardy.

Tolonglah Metro Mini jangan cari sensasi yang nggak lucu.. Anak baik-baik kok malah di bilang teroris, lha yang tawuran ngak pernah di tegur..

3 comments

Betul, su'udzonnya jangan digedein. Cobalah berhusnudzon seperti sang guru. Ada yang main kartu disangka main badut2an. But, oke juga hukuman di gamti tahajjud dan tausiyah. Jadi nambah solehnya. Amiin :D

ahahah, ngakak pas baca "Oy! ada yang ngasih bedak di mukaku yak ?" Fuzh2, ini serius kah pengalaman pribadi? :P

@khalila: Hehe.. thanks dahh udah mampir.. Ya khan biar bombestis aja..
@ajeng: haha.. thanks dahh.. tapi ini belum lucu lho.. baru level 3

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top