Lomba Rakyat - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Lomba Rakyat


Hari yang menyenangkan. Hari Ini anak-anak kimia UB melaksanakan Jalan santai bersama Dosen mahasiswa dan karyawan.  Awalnya Jalan santai berlangsung dengan sangat tidak menarik dan membosankan. Hingga pada saat pembagian Hadiah dan PENSI. Entah kenapa pada saat pensi, lapangan menjadi ramai. Kami memasaang stand untuk bazaar kami. Yahh ide gabungan kami menyimpulkan untuk membuka stand jualan Es Teh dan SuShi(Atau bahasa kerennya Lemper). Ternyata disamping penampilan dari musisi-musisi kelas bulu ada selingan Lomba Rakyat di dalamnya. Sangat menarik sekali, Atlit kami ialah dua orang temanku yang berpengalaman dibidangnya, Namun saat Lomba Mengambil Koin Dalam Tepung dimulai, salah satu teman tidak menampakkan dirinya. Al Hasil saya yang menjadi penggantinya. Mau tidak mau saya dipakasa maju. Sebagai seorang mahasiswa yang menjunjung tinggi budaya lokal saya terima aja disuruh maju..

Start!!!
Jalan termudah mencari koin sebenarnya adalah dengan menggunakan tangan. Tapi dalam kompetisi ini dilarang menggunakan tangan. Aku yakin asal perlombaan ini adalah wujud protes Rakyat terhadap Birokrasi Kita yang Amburadul. Yahh Sebenarnya bisa dengan mudah dilakukan tapi dipersulit dengan aturan tidak boleh menggunakan tangan. Cara kedua ialah dengan meniup dahulu tepung itu, dan itu yang saya lakukan. Awal lomba Saya meniup tepung hingga penuh diwajah saingan-saingan saya. saya tak pernah ambil pusing langsung mengambil koin-koin yang tercecer itu. Beberapa orang membalas tiupan saya dan kebetulan sekali hidung saya terbuka, ahh.. harusnya saya mengatupkan hidung saya sejenak. Aku langsung merasakan seperti kemasukan air di Hidung benar-benar sakit. tapi lomba berlangsung sehingga saya tidak pikir panjang langsung kembali meniup tepung-tepung itu.. Yeahh Game is Over. Saya kalah 2 poin dari kakak tingkat, tapi tak apalah setidaknya ini pengalaman yang sbisa saya tuliskan. Sete;lah lomba berakhir dilakukan Foto-foto bersama, dan tidak boleh membersihkan wajah. Inilah gambaran nyata masyarakat kita, Senang sekali menertawakan kesalahan Fisik seseorang.. Ahh Entahlahh.. Yang jelas saya senang..

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top