Nginap Gratiss - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Nginap Gratiss


Di malam hening, dingin, gelap, sunyi dan silahkan ditambahkan informasi lainnya. Aku seorang pendatang di kota pelajar, Malang. Malam itu seperti biasa ada niatan keras dari diriku untuk mengerjakan tugas dari dosen, walaupun niatan untuk tidak mengerjakan tugas jauh lebih besar. Aku harus mengerjakan tugasku di sebuah warnet, karena di zaman itu Aku belum punya koneksi internet seperti sekarang(yang juga masih kredit), Aku berangkat ke Warnet dengan sebotol kopi paas yang baru saja ku buat, sengaja Aku bawa dari kos-kosan agar tidak perlu beli lagi kopi di warnet yang tidak enak, tidak enak karena harganya mahal. Aku sedang asik mengerjakan tugas, walaupun situs jejaring Facebook memanggil-manggilku. Ahh.. siapa yang tidak kenal situs itu "Muka Buku".

Seperti dugaan kebanyakan orang, setelah beberapa jam Aku tidak tahan dan langsung mengantuk, tapi Aku sudah jauh mengenal diriku (walau tuhan jauh lebih mengenalku), Aku mengeluarkan kopi yang telah kusiapkan meminum separuh dari isinya, dan seperti dugaan kalian sebelumnya, Aku tertidur pulas di warnet itu. Warnet yang membantuku mengerjakan tugas, warnet yang memberiku mimpi di malam itu. Ketika Aku bangun Aku lihat waktu telah larut malam, maka dengan besar hati kuselesaikan tugas dosenku.

Tidak lama berlalu, Aku menuju kos-kosanku, mencoba kembali pada kamar kecilku yang kecil. Kuketuk pintu kos-kosan berharap ini belum terlalu malam, tidak ada jawaban, kucoba ketuk lagi,...dan hening. Udara malam di malang semakin dingin, semakin membuatku gemetar. Dengan sangat terpakasa Aku akan menggunakan  sebuah cara kurang ajar yang sering kulakukan ketika tidak saya terkunci di luar kos. Mudah saja, saya ceklekkan listrik kos dari luar rumah, dan semua lampu akan mati, berharap anak-anak kos sedang menonton televisi, bermain komputer sehinga mereka harus keluar menghidupkan lampu yang mati, seolah-olah keajaiban menghidupkan sesuatu yang mati. Lama Ku tunggu, tidak juga ada yang keluar dari kos. Aku tidak bisa berharap lebih lama lagi, Malang semakin jahat, semakin mendinginkan dirinya.

Aku menyerah... tidak bisa lagi menahan hawa dingin Malang, akhirnya aku kembali menuju warnet, warnet yang baik, yang membantuku mengerjakan tugas. Kali ini engkau berjasa lagi, menghangatkan anak yang tak punya tempat tinggal ini. Aku masuk warnet itu lagi, warnet yang sama. Aku naik ke lantai dua warnet agar tidak ada operator melihat kegiatanku. Aku naik ke lantai 2, dan dengan kurang ajarnya kumatikan komputernya, kemudian Aku tidur di dalam ruangan hangat itu. Ruang warnet yang cukup luas. Mohon maaf duhai pemilik warnet, Aku terpaksa menginap di ruang warnetmu, mematikan komputermu, tidak lain agar Aku bisa menginap gratis di warnet ini..

Thanks.. warnet yang baik, dan mohon maaf hai pemilik warnet, kudoakan rezekimu lancar..
Mahfuzh TnT

6 comments

Enak ya jadi cowok. Bisa nginep di warnet tanpa khawatir XD

wkeke,ide yang cemerlang ketika memilih warnet sebagai penginapan gratis. nice post, so interesting ((:

Amin...
Mahfuzt, maap baru bisa nengok lagi. ku banyak tugas, hhe curcol dikit ndak apa2 ya...

Ini pengalaman pas semester awal kuliahkah? bagus, aku suka alurnya...meski ada beberapa kata yang nyumpel bikin pemandangan nggak asik buat dibaca..hhe


Btw, pas tahu kamu nginep di sana yang punya warnet bilang apa? kok nggak dcritain? kayake warnetnya buka 24 jam, bener ndak?

Kata yang nyumpel? apa itu??

Hihihi.. yahh yang punya warnet gak tahu lahh.. di sini warnetnya rame 24jam.. jadi masuk aja gak bakal ketahuan

ahahaha.. pujian lagi?? yakin nichh?

maknya jadi cowok.. Hayuk jadi cowok.. :DD

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top