Ini Cucumu Nek! - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Ini Cucumu Nek!


Ini sebuah sore di jaman dahulu kala. Sore itu Aku berada di Madiun, di rumah keluargaku yang di sana. Aku bosan berada di sana dalam waktu lama,  hanya ada hamparan sawah yang luas, bebek yang berbaris, dan kemilau matahari sore. Sore itu juga Aku putuskan untuk jalan-jalan berkeliling kota. Ku ajak seorang keluargaku, keluarga sepupuku, anak dari tanteku, kakak dari ibuku, anak dari nenekku, dan sekaligus anak dari kakekku dan bingung kan? ya sudah tidak perlu diteruskan.

Kami melaju dengan Supra X, karena ku anggap ini daerah pedesaan, Aku berkendara tanpa menggunakan helm. Kami melaju dengan kecepatan 120km/h, ya itu harapanku, tapi motor ini sungguh tidak bersahabat. Sedang asik memacu motorku kemudian, tiba-tiba, santai gak usah serius-serius banget gitu, "Aku cuma lihat Polisi yang sedang patroli kok". What?? Polisi? Ehm.. Kulihat wajah polisi itu, polisi yang keren, dengan bahu yang tegap, dan muka yang tidak terdefinisikan, karena tertutup kaca mata hitam. Singkat cerita Polisi itu jelas langsung mengejarku. Akankah Aku selamat? Aku yang berkendara tanpa Helm, melaju dengan Supra X. Andai saja kalian ada di sana bersamaku, pasti kita ditangkap, karena gonceng tiga, lagi pula ngapain juga kalian bersamaku?.

Dengan semangat bertugas yang menggebu-gebu polisi itu mengejarku. Ini posisi yang tidak menguntungkan Aku dengan Supra X butut harus menggonceng saudaraku, sedangkan si polisi mengendarai motor besar dan sendirian. Ohh... Andai saja Aku dapat tetesan darah siluman srigala yang jahat, pasti kutendang jatuh saudaraku, tidak lain agar Supra-X ku dapat melaju kencang. 

Melihat posisi yang tidak menguntungkan, Aku bertanya kepada saudaraku "Dimana ada pedesaan terdekat?"
"Di depan Belok kiri" jawabnya panik.
sebenarnya ada gerbang bertuliskan "Desa Apalah itu Namanya? Saya Lupa!"
Aku masuk ke desa tersebut, tapi Polisi itu masih dengan semangat mengikutiku. Melihat banyaknya tikungan di desa ini, Aku jadi terpikirkan sebuah ide. Aku melaju terus, kemudian berbelok, belok, hingga Aku berbelok secara tiba-tiba, ketika polisi itu hilang dari sepion motorku, Aku masuk menuju garasi ku parkir motorku, kemudian Aku masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah.

"Fud..." saudaraku memanggil... "Fud... Fud..."
"Iya apaan sih? Diem dulu, kita di kejar polisi nihh.." jawabku
"Iya, Tapi ini rumah siapa?"
"Oh.. Iya ini rumah siapa yahh? Bukannya rumah kita?" Aku juga bingung
Belum selesai percakapan kami, kulihat seorang Nenek, (Ya pasti tua)
"Sopo iku?" Si Nenek angkat bicara, yang artinya "Siapa Itu?"
"..... .... ..." saudaraku terdiam dalam bingung,

Aku bingung, bisa saja hari ini kami tidak tertangkap oleh polisi lalu lintas, tapi malah tertangkap polisi kriminal, karena dituduh pencuri, atau rampok yang masuk ke rumah seorang Nenek... 
dengan hati-hati ku katakan "Niki kulo Mbah putumu" yang artinya "Ini Saya Mbah cucumu,"
Kulihat si nenek menajamkan matanya yang sayup-sayup, berusaha mengenali wajahku tidak mungkin dia kenal, karena memang kami baru pertama bertemu. 
"Oalah Kowe tho Cah lanang?" ohh beruntungnya Aku, nenek ini sudah pikun, inilah jawaban yang kuinginkan. artinya "Ohh itu kamu nak?"
"nggih Mbah" jawabku singkat.

note: haah.. susahnya Aku harus mengartikan bahasa jawa, oy pembaca...cobalah mandiri belajar bahasa jawa sendiri!


Kemudian nenek itu menyuruh kami duduk,  membuatkan teh, kami mengobrol sebentar, dia bertanya pekerjaanku, dan kujawab dengan jujur tidak lain agar beliau tidak bertanya "Kamu ini putuku yang keberapa?" atau bertanya "kamu ini anaknya siapa?". Dan banyak obrolan lainnya. (Saya malas nulisnya  karena kalian manja, tidak mau belajar bahasa jawa sendiri)


Ohh Terimakasih Nenek, semoga engkau sehat.. semoga senantiasa dalam lindungan Allah. Pak polisi, semoga engkau tetap dapat gaji bulan itu..

Mahfuzh TnT

12 comments

Ah pak polisinya psti kcewa berat...dosa lho mengecewakan orang lain,hehehe

Sedheng! XD Tapi beberapa ekspresi kelebayan-mu terasa aneh. Malah bisa mengganggu pemahaman hmm, kalau menurutku sih..

bagus mas...inspiratif...boleh2...the power of kepepet polisi menyambung tali silaturrahmi...btw mas ada kata-kata yang masih perlu dibenerin lagi kayak pada paragraf 2 -> kalaian = kalian..pada paragraf 7 -> berytanya = bertanya...semangatt..^^v

okk.. udah saya edit.. tengyu yahh

wahh saya dosa yahh?.. sory dehh pak polisi

Iya yahh? g papa dehh.. aku khan cuma iseng-iseng belajar

hwahahahahahahahaha XD
beberapa saat kemudian nenek itu baru ingat: "lho, cucuku kan perempuan semua", hahaha

pake mukenna ahh.. *ehh

"bahasa Jawa sendiri"

rada kurang sreg dengan diksi ini, rasa bahasanya kurang... Indonesia.

Usahanya boleh juga, maksudnya usaha menulis cerpen ini. Hal-hal yang bersifat teknis sudah disampaikan oleh para sahabat di atas. Satu hal lagi, setiap baca cerpen saya selalu tertarik untuk mengetahui seperti apa endingnya, dan saya lebih suka ending yang tak terduga/mengejutkan, atau apalah pokoknya yang mengesankan. Untuk cerpen ini, maaf, saya belum mendapatkan itu. Terus berjuang, Sahabat! Saya juga masih terus belajar!!!
Salam Sastra!

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

"note: haah.. susahnya Aku harus mengartikan bahasa jawa, oy pembaca...cobalah mandiri belajar bahasa jawa sendiri!"

paling si penulis aja yang ga mau nulis bhs jawanya..XD
yaah lucu sih, tapi kasian sang nenek, mau aja dikibulin 2 bocah tengil :p

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top