AJAL "Misteri yang tak Terabaikan" - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

AJAL "Misteri yang tak Terabaikan"


Sore itu Aku duduk di teras rumah. Memandang sebuah pohon, sesekali Aku melihat daun-daun kering yang gugur, namun  tak jarang kusaksikan ada daun muda yang diamakan ulat, bahkan sesekali terlihat daun muda yang gugur mendahului daun yang kering.

Saya M. Mahfuzh Huda hampir menjadi daun muda itu. Ku ingat dua hari yang lalu Minggu, 11-september-2011. 4Shubuh baru usai dan pagi itu Aku telah siap dengan jaket dan tas kecil yang menggantung apik di bahuku.
"Mi!!Aku pamit Mi! mau jalan-jalan ke air terjun, pulang nanti siang. "
Seperti biasanya Aku berangkat dengan senang hati.. *Kapan sihh kamu gak senang kalau jalan-jalan fuzh?:D. Aku menjemput temanku ke rumahnya  dan kami langsung berangkat menuju rombongan kami. Sebenarnya pada acara jalan-jalan ini Aku hanya ikut dengan guru SMAku yang akan mengajak muridnya jalan-jalan. Dasarnya anak suka jalan yahh langsung aja ikutan*GakTauMalu:p. Tanpa disangka-sangka kami disuruh ikutan di mobil aja, padahal Aku sudah sangat siap untuk berkendara motor dengan tertib *wahh beneran bisa tertib gak fuzh?. Dua jam perjalanan telah kami lalui hingga sampai pada tempat tujuan kami,  Air terjun di hutan kalimantan. Aku langsung berjalan di urutan terdepan dari rombongan terang saja Aku benar-benar penasaran dengan lokasi air tejun tersebut.  Setelah mendaki gunung yang  tingginya kayak menara petronas itu, ehh ternyata masih ada dua gunung yang gak kalah tingginya *How irronic?..

Terdengar suara air yang jatuh dari ketinggian, suara yang sangat khas dan Aku kenal itu karena telah melihat banyak air terjun. Aku turun gunung seperti orang yang kehausan dan ingin meminum air sebanyak mungkin. Subhanallah... air terjun yang seperti ini baru satu kali ini Aku saksikan benar-benar menakjubkan karena air terjunnya bertingkat-tingkat. Aku tak sabar lagi dan langsung mencelupkan kakiku ke dalamnya. Wow!! Dingin sekali.. tapi itu tidak cukup untuk menghentikanku, Aku semakin langsung mengajak temanku menyebrangi  sungai untuk menuju ke air terjun yang lebih tinggi. Aku lihat sungai itu dangkal sehingga dengan santainya Aku berjalan menyebrangi sungai, hingga kudapai pijakan kakiku berupa lumpur dalam dan terjeburlah Aku bersama handphone baruku *OHH NO!!  

”Ihh fud... Sayangnya Hpmu rusak!”  temanku berkata seperti itu, hmm.. okk.. Aku tau dia khawatir..
"Apa yang sedang Aku pikirkan? ”Aduhh.. gimana nihh Broo, gak bisa ambil foto donk kalau hpku basah”
”Gilanya kau fuzh, kok itu yang kau pikirkan”
”Habisnya mau mikirin apa lagi? Dah jauh-jauh ksini masak gak dapat foto?”
”Hmm.. ngikut anak-anak  aja dahh Fotonya” pikirku
”Terus HPmu gimana?”
"Yahh santai lahh4" jawabku, namun dalam hati aku berfikir..”4Kalau masuk sungai Ya rusak, diservis lahh... masak mau diajarin berenang?”


Aku langsung kembali ke rombongan dan meminta beberapa foto yang keren, setidaknya kalau ada wajahku itu sudah keren.. haha
Bersama Sahaabat yang tenggelam

Aku kembali tertantang untuk menyebrangi sungai dan melihat air terjun tertingginya. Aku ajak temanku menyebrang bersama dan Ia selalu setuju.  Awalnya Aku santai berjalan dan mengobrol bersama temanku. Hingga Ia masuk daerah yang sangat dalam, Aku lihat Dia menggerakkan tubuhnya hingga Ia berada jauh dari bagian dangkalnya, Aku yang berada di belakangnya hanya mengikuti. Ini menjadi tidak lucu lagi, ketika Ia memegang punggungku dan merangkul tubuhku. Aku tak kuat dan tenggelam ke dalam air. Kemudian dengan sekuat tenaga Aku angkat tubuhku keluar dan temanku menopang lagi pada tubuhku hingga Aku tenggelam lagi. Ini jadi sangat mengerikan ketika Aku menyadari bahwa temanku tak bisa bernang. Maka dengan terpaksa Aku lepaskan pegangan temanku dari tubuhku, Aku mengambil nafas panjang dan berteriak ”Tolong Gak bisa berenang!!” kemudian Aku masuk kembali ke air untuk mengangkat temanku. Kupastikan ia mendapat oksigen yang cukup diatas sana. Aku sempat meminum beberapa mililiter air sebelum akhirnya temanku tertolong oleh sebuah kayu yang dijulurkan oleh anak-anak serombongan. Alhamdulillah Kami selamat. Itu benar-benar pengalaman Maut yangHampir merenggut nyawAku.   
  
Setelah kami benar-benar selamat, kulihat temanku yang pucat pasi. Wajar Aku gak kuat mengangkatnya saat di air tadi, ia mengenakan perlengkapan ke gunung untuk berenang di sungai. Dengan celana  Levisnya dan sepasang sandal adidas yang melindungi telapak kakinya ia belajar berenang sudah pasti di dalam air  tubuhnya sangat berat. Aku sendiri sudah terbiasa berenang kesana kemari dengan celana panjang dan baju, jadi itu tidak jadi masalah buatku. Aku tertawa sendiri yang dianggap gila oleh anak-anak sekitar. Tapi memang lucu jika mengingat kejadian itu.

Seorang anak datang ke kami dan bercerita bahwa Ia juga hampir mati tenggelam, tapi sebelum ia kehabisan tenaga ia melepaskan celana trining panjangnya sehingga ia kuat untuk sampai ke tepi. Dan Aku katakan ”Kalau Aku melepaskan celana panjangku, Aku bakalan mati”. Anak-anak itu terdiam, lalu kutunjukkan sabuk hitam yang melingkar erat di perutku dan kukatakan ”Sebelum selesai Aku melepas sabukku Aku bakalan sudah lemas dan tewas”. Serempak mereka tertawa.
”Sudah hampir tewas masih aja kau buat lelucon fuzh!”
Aku tau Ajal itu masih menantiku, di satu batas timelineku di dunia, dan ketika aku berada tepat pada batas itu maka Ia akanMenjemputku. Semoga Saat itu Ialah saat yang KHUSNUL KHOTIMAH

Banyak  Hal yang harus KuSyukuri Bahwa Aku masih bisa bernafas, bertemu orang tuAku, kembali keMalang dan  kuliah. AlhamdulillahhirobbilAlamin.. terimakasih ya Allah...

2 comments

nice story :)

saya juga pernah merasakan ini, ketika saya pulang dari kampus hendak ke kost temen.. andai saja bukan karna Alloh, tentulah saat ini saya tidak bisa ikut koment postingan anda.. :D
sepersekian detik terfikir dan masih dalam keadaan sadar berucap : Alloh, aku akan menghadapmu hari ini (pasrah, belum pernah merasakan pasrah, lemah, selemah itu. benar2 menyerahkan diri).
andai saja truk itu menabrak ontel saya dari arah pinggir kiri, truk itu sangat kencang, dan ontel saya??
tiba2....
hanya berjarak 3 Cm dari truk itu,ontel saya terhenti, truk itu pun terhenti, semua orang yang melihat histeris. berteriak. mereka menyangka saya sudah lenyap dilahap truk itu. dan Alloh baik. masih memberi kesempatan pada saya untuk memperbaiki kehidupan ini.

biuh.... jadi ceritaaa... :D

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top