Perjalanan Malang menuju Dieng - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Perjalanan Malang menuju Dieng


Ini salah satu pengalaman yang sangat menarik dalamsejarah hidup saya. Saya sangat suka traveling " Okay... "Thats the fact". Yaa.. salah satu impian saya selama kuliah di luar Kaltim adalah untuk berkeliling Indonesia. Aku yakin keindahan Indonesia tak terkalahkan. Beberapa Propinsi yang telah saya singgahi sebelumnya ialah: Kaltim, Jatim, Yogyakarta, dan Jakarta. Nahh saat liburan ini seorang teman mangajak saya jalan-jalan, awalnya ia mengusulkan untuk pergi ke Bali. Namun saya masih khawatir dengan biaya yg besar. Setelah browsing dan googling lg, barulah kami putuskan untuk pergi ke "Dieng Plateu" atau dataran tinggi dieng yang terletak di kabupaten Wonosobo (JATENG). 
Rencana Perjalanan

Perjalanan yang akan kami tempuh menggunakan sepeda motor dari malang(JATIM) pada hari sabtu, pukul 13.00, menuju ke Wonosobo(JATENG). Rute perjalanan ini adalah Malang-Kediri(Pare)-Nganjuk-Madiun-Ngawi-Solo-Klaten-Yogyakarta-Magelang-Wonosobo. Kami berencana berangkat dari malang dan menginap dulu di Solo(JATENG) dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya(Minggu) menuju Yogyakarta sebagai tempat transit (Di rumah Keluarga sahabat saya). Kemudian(Kamis)kami akan pergi dari Yogyakarta  menuju Wonosobo(JATENG) dan dataran tinggi Dieng. kami merencanakan akan menginap di puncak dieng dan kembali ke Malang pada hari selasa pagi.

Awal Perjalanan
sabtu, 12-feb-2011. Benar-benar tak sesuai rencana, siang itu gerimis mengundang(kaya lagu aja..;), Malang di guyur gerimis. Kami yang sudah merencanakan harus pergi nekat menerobos hujan gerimis tanpa mantel. Kemudian di perjalanan kami putuskan untuk membeli seperangkat Mantel anti hujan. Perjalanan dari malang menuju Pare, kami di keroyok tetesan-tetesan air, tapi tekad kami terlalu kuat sehingga enggan untuk berhenti. Setibanya di Pare hujan reda, yang memudahkan perjalanan kami. Sekedar untuk catatan Kami sama sekali tidak tau peta jawa timur. Kami hanya mencatat rute perjalanan saja, sehingga kami akan bertanya ke warga sekitar untuk bertanya arah ke kota selanjutnya. 
Tak sesuai rencana, kami tiba di madiun pukul 19.00 dan sedang hujan deras. Kami memutuskan untuk menginap di Madiun di rumah mbah saya dan berangkat lagi besok pagi.

Minggu, 13-feb-2011. Kami melanjutkan perjalanan ke ngawi, dalam waktu setengah jam kami tiba di ngawi dan melanjutkan perjalanan menuju Solo. Ketika sampai di Solo, ada hal yang menarik tentang kota ini. Di setiap instansi, kalian akan menemukan tulisan aneh diatas nama instansi tersebut. Yahh.. Tak lain itu adalah tulisan aksara jawa yang hampir punah.. Yang aku ingat ada "Ho-No-Co-Ro-Ko Da-Ta-Sa-Wa-La Ma-Ga-Ba-Ta-Nga" . Maklum saja aku sempat mempelajarinya di SD.




UNS lambang besar itu muncul ditengah perjalanan kami. Yahh kami sampai di Solo, di kampus UNS tepatnya. Reflek saja Aku banting stir masuk menuju kampus itu. Bukan hanya karena Aku ingin melihat-lihat kampus ini, tapi juga karena kami butuh tempat untuk mandi. Yahh.. Gedung yang pertama kami cari jelas Masjid kampus, karena dapat di pastikan bisa mandi gratis disana. Namun selama 20menit kami berkeliling kampus, kami tak juga menemukan Masjid kampus UNS ini. hingga akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami tanpa mandi.

Masjid Agung ada arah panah penunjuk jalan yang menjadi pedoman perjalanan kami. Kembali kami memiliki pikiran yang sama "Mandi!!!" ayo ke Masjid Agung pasti Kamar mandinya bagus, selain melihat-lihat Masjid Agungnya kita bisa mandi begitu pikirku. 




Sesampainya di Masjid Agung benar-benar tak sesuai dugaanku, Awalnya aku membayangkan Masjid yang mewah dan megah, namun ternyata masjid ini bergaya arsitektur sangat kuno bahkan mungkin bangunannya masih belum mengalami perubahan sejak jaman keraton solo berdiri. Satu hal lagi yang membuatku terkejut adalah Masjid ini sudah sangat ramai oleh pengunjung. "Di sini ada acara sekaten mas, peringatan maulud Nabi" suara tukang parkiran yang beraksen "D" yang khas itu memberikan keterangan mengapa Masjid ini begitu ramai. Hmm... Kembali pupus harapanku untuk menikmati segarnya air, "Apa mungkin mandi di Keramaian seperti ini? bagaimana kalau banyak yang ngantri WC?.. huhf." Jelas tidak mungkin kami mandi di sini. Tapi sebagai gantinya kami bisa menikmati jajanan dan batik di pedagang sekitar sini. 

Enyah sudah MISI mandi kami. Satu hal yang Aku pelajari "Masjid itu tempat ibadah, Jangan pernah meniatkan hanya untuk mandi di Masjid"

Perjalanan selanjutnya akan saya posting di postingan lainnya, agar tak terkesan panjang dan berjubel.

8 comments

Aku suka caramu bercerita Hud! beneran seperti ngalemin ikut ke Solo :p


penutupnya juga bijak, padahal cowok tu biasanya males mandi...lah kamu dari tadi yang dipikirin kok mandi?! hehehe :)

you never have to know it until you feel it selves >.<
(never ending solo....like dis!)

@ajeng: tengyu2.. tp jangan memuji terus jeng, harusnya km komentarin biar makin bgus.. hihihi
lha iya mana tahan aq g mandi 2 hari...

@Sofy: Yahha!!... My adventure Never end!!

wah, mbah q juga d madiun.. :o

ohh.. sama donk.. klo k madiun bs main2 kok..

minggu ini rencana.a mau k sana tp krna lg ga punya banyak uang jd aq nggak d bolehin ikud.. 8(

kasian.. sabar aja yahh.. pasti ada hikmahnya..

no comment dah.. :)

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top