Seni Mendidik dari Dua Ilmuwan - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

Seni Mendidik dari Dua Ilmuwan


Al-kisah ada dua orang Ilmuwan yang sangat tenar dimasa itu, mereka bernama Amir dan Husni. Kedua ilmuwan itu ahli dalam bidang kimia toksik dan pengobatan. Dua orang ilmuwan ini adalah teman akrab karena mereka memiliki guru yang sama. keduanya memiliki perangai nan baik dan suka menolong. Namun usia keduanya sudah tidak lagi muda, kemudian timbul kekhawatiran mereka dikarenakan ilmu yang mereka miliki belum sempat mereka ajarkan pada orang lain. Satu hal yang ada dipikiran keduanya, mereka harus mengangkat murid untuk mereka didik.

Kemudian mulailah keduanya mencari murid masing-masing untuk diajarkan ilmu kimia. Husni melakukan seleksi dengan menguji pemahaman dan kemampuan analisis dari para calon murid yang mendaftar. Seleksi dilakukan beberapa tahapan hingga terpilih seorang pemuda yang luar biasa cerdas dan memiliki kemampuan analisis yang sangat baik, bahkan dalam pikiran Husni muridnya tersebut akan menjadi jauh lebih hebat dan cerdas daripada dirinya.

Sedangkan Amir melakukan pendaftaran dengan cara yang berbeda. Ia mengumpulkan semua pendaftar kemudian satu persatu ia perintahkan untuk menaruh racun dalam minuman peserta lainnya sebagai ujian, dan yang tidak mau menaruhkan racun tersebut tidak akan diangkat menjadi muridnya. Hingga Amir berhadapan dengan seorang pemuda yang teguh pada pendiriannya. Ia lebih memilih miskin ilmu tanpa mengajaran sang guru dibandingkan harus membunuh orang lain.
"Jika kau tak mau menaruhnya maka kau gagal menjadi muridku".
kemudian pemuda menjawab "Jika ilmu yang kuperoleh hanya akan membawa kehancuran maka aku lebih memilih untuk tidak mengetahuinya. dan miskin ilmu untuk selamanya". 
Sebenarnya inilah jawaban yang sangat diinginkan oleh Amir, ia tak ingin ilmu yang ia miliki jatuh ke tangan orang yang salah. Alhasil terpilihlah pemuda yang teguh itu sebagai murid Amir.

Kemudian keduanya mengajarkan muridnya segala ilmu kimia yang mereka miliki. Akan tetapi murid Husni begitu cerdas, ia tidak sabar dalam menerima ilmu yang diberikan Husni. Ia ingin menguasai semua ilmu hingga menjadi orang nomer satu. Sesekali ia membuka catatan penting penelitian gurunya yang sebenarnya  tidak diizinkan untuk membukanya. Husni megurnya ketika ia mengetahui tindakan muridnya, Namun sang murid begitu serakah akan ilmu, hingga ia meracuni gurunya sendiri untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak dari buku-buku gurunya. 

Dilain pihak murid amir menjadi pribadi yang cerdas namun tetap bersahaja, ia begitu menghormati gurunya. Ia sangat patuh pada gurunya karena Dia tahu bahwa gurunya tak akan menyesatkannya. Ia mempelajari semua ilmu pengobatan secara bertahap dari gurunya hingga menjadi seorang tabib yang handal. Ia menggunakan ilmunya untuk menolong orang lain seperti yang diajarkan oleh Amir. Mereka berdua menjadi dua orang yang sangat diidolakan karena suka menolong masyarakat tanpa pamrih.

------>Selesai<--------

Hikmah Cerita:
1. Sudah saatnya dalam dunia pendidikan kita, penilaian seseorang berdasarkan karakternya, bukan hanya sekedar kemampuan IQ-nya semata. Sehingga yang diuji dalam kelulusan bukan hanya nilai semata, namun juga kejujuran dalam menyelesaikan ujian. Terbukti di Indonesia banyak sekali orang-orang cerdas yang hanya menggunakan ilmunya untuk merugikan orang lain. Ini karena sistem pendidikan kita yang masih kurang seimbang antara IQ, EQ dan SQ.
2.Dalam menuntut ilmu, hendaknya bertahap demi bertahap.  Sesuai apa yang diberikan oleh guru. tidak boleh seperti muridnya Husni dalam cerita diatas
3. hendaknya menghormati Guru dalam menuntut Ilmu.


Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp.

4 comments

Agama Islam dan ilmu tidak dapat dipisahkan.. Seperti yang dikatakan oleh rektor UIN : Agama Islam fardhu 'ain dipelajari, sedangkan ilmu murni fardhu kifayah..

hmm.. ini komen ya??(kok g nyambung)
g papa.. saya anggap ini nasihat.. terimakasih yahh nasihatnya.. semoga erita simpel saya itu menginspirasi..

Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.C.B
Artikel anda akan segera di catat
Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya

Link yang anda pasang menuju ke blog lain, harusnya kesini


http://newblogcamp.com/kontes/kontes-unggulan-cermin-berhikmah


silahkan dibetulkan dulu.

terima kasih

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top