SAYAP KERDIL - My Stupid Theory

My Stupid Theory

Si Bodoh yang waktu dan pikirannya habis digerogoti oleh rasa ingin tahu.

SAYAP KERDIL


Ini adalah kisah yang dialami oleh suatu keluarga burung. Sang induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang lucu nan sehat. Sang induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.
Hari- haripun berlalu, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil ini mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.
Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam, malas dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya mencoba terbang, ia lebih memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan dari ibu dan saudaranya. Demikian hal ini terjadi terus menerus

Hingga kemudian sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus bertahan hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih.
Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa akau tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?”
Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “Anakku, engkau dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, namun engkau memilih untuk merangkak dalam menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.”
Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat. Pilihan kita hari ini menentukan bagaimana hidup kita di masa depan.Kita memiliki kebebasan memilih tetapi setelah itu kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat.

3 comments

Salam....
Saya sudah membaca pesan Anda di chatbox blog saya.

Terima kasih atas kunjungannya. Apa yang bisa saya bantu?

Nice post.

Ada ibrah ikhtiar, perjuangan, dan kegigihan di dalamnya.

Kalau burung saja mau berusaha, mengapa manusia tidak.

yah.. thats great.. saya hanya ingin trade link, agar lebih banyak lagi orang yang membaca artikel saya

What comes into your mind?
Shoot me some comment!

 
Back To Top